9 Sep 2013

Beautiful France & Hot Muscat

Di Perancis

- Escargot, yup sering yah dengar nama itu. Makanan terkenal dari Perancis yang ternyata adalah bekicot, keong atau tutut kalo di Jawa Barat haha.... Kalo di Bogor 1 porsi oseng tutut cuman 5000 rupiah saja, namun kalo di Perancis si tutut menjadi makanan eksklusif lho. Mungkin karena namanya yang menarik saya berani mencobanya (padahal nama menu nya dalam bahasa Perancis yang saya engga ngeh ;-p). Dasar orang Perancis pandai memasak, bekicot dimasak dengan bawang dan butter aja rasanya so yummm, enak dan gurih.
Aneka resep nya bisa di explore di http://www.yummly.com/recipes/snail-no-shell
Classic Escargot cook, dengan butter, bawang putih dan seledri

- Versailles, istana super megah dengan 700 kamar, dimana Marie Antoinette pernah menjadi Ratu nya, ternyata pada saat di dirikan dulu tidak di rancang kan toilet. Karena pada jaman itu para raja atau bangsawan masih menggunakan pispot di ruang mandi mereka. Jika sang bangsawan sedang berkeliling istana yang super luas itu dan tiba-tiba kebelet pipis, pelayan telah siap sedia dengan pispot dan lap..... mereka bisa saja pipis di ruang duduk, koridor istana atau di manapun jadi......yaaiiy.
Bangunan utama istana Versailles
Salah satu sudut istana Versailles, dengan latar lukisan Marie Antoinette and her children
- Saya benar-benar kagum dengan Perancis, negeri yang sangat indah dengan alam dan budaya yang amazing, juga penuh dengan seniman hebat. Mereka menjaga betul warisan sejarah, either kuno dari sebelum jaman revolusi, kuno dari tahun 40-an atau pada saat ini. Salah satu budaya itu seperti yang saya temui di salah satu stasiun kereta bawah tanah di Paris, perpaduan kuno tapi modern.
Lenny Karvitz konser baliho di tembok salah satu stasiun bawah tanah Paris
One of the best underground station in the world

 - Loire Valley, lembah indah yang terletak di north central France ini di tetapkan sebagai world heritage site oleh UNESCO di tahun 2000, the committee said that the Loire Valley is: "an exceptional cultural landscape, of great beauty, comprised of historic cities and villages, great architectural monuments - the Châteaux - and lands that have been cultivated and shaped by centuries of interaction between local populations and their physical environment, in particular the Loire itself." * (*http://en.wikipedia.org/wiki/Loire_Valley) so wooww deh....
Terkenal akan kota-kota bersejarah nya dengan kastil yang fabulous, arsitektur dari abad ke 10, kebun anggur dan kebun bunga matahari. Terdapat ratusan kastil besar dan kecil tersebar di Loire Valley. Lembah ini di juluki pula sebagai "Garden of France" karena sebagian besar anggur Perancis di hasilkan dari lembah ini. Suhu tertinggi terjadi di bulan July yaitu 24 *C dan terendah pada bulan December yaitu 2*C.
River valley di sepanjang Loire Valley
Estate of Chambord (Chateu de Chambord), kastil berburu king Francis I
Chateu Cheverny, castle inspiration for Marlingspike hall Captain Haddock of Tintin
Chateau de Chenonceau, another beautiful castle at Loire Valley yang di bangun di atas sungai

- Pada saat saya berkesempatan mengunjungi Loire Valley, saya dan teman saya memutuskan menginap di guest house pedesaan Perancis yang di bangun tahun1760. Pengelola dan pemilik tempat itu adalah lelaki Perancis paruh baya Mr. Frederic Thery, yang dulunya berprofesi sebagai chef. Setelah retired Mr. Thery mengelola bisnis penginapan keluarga ini, and he is, juru masak yang handal, setiap masakan yang di sajikan nya walau sederhana tapi taste nya enak sekali.
Chateu de Nanteuil, guest house classic di Loire valley
Guest House Chateau de Nanteuil
Seperti kebanyakan orang Perancis Mr. Thery senang sekali mengobrol, entah itu talking about wine, cuaca atau masakan. Walau sama-sama mengobrol dalam bahasa Perancis, teman saya kadang tidak mengerti apa yang Mr. Thery suarakan, kata teman saya logat nya seperti dengungan lebah dalam botol hahaha... karena memang wilayah Loire Valley terkenal as the cradle of the French language... bahasa Perancis dengan logat kental yang mendayu.

Halaman belakang guest house
Salah satu kamar di Chateau de Nanteuil
 - Pada saat-saat breakfast dan dinner di guest house Mr. Thery, adalah saat bersosialisasi antara tamu, karena meja makan nya hanya ada satu memanjang. Kita saling bertegur sapa dan chat ringan tentang kemana kita akan pergi hari itu dan tempat-tempat yang sudah kita kunjungi.
Waktu itu hanya saya tamu yang bertampang Asia, ada yang berasal dari Amerika, Jerman, dan Lithuania (negara kecil di Eropa utara). Saya termasuk tamu pemalu, yang ketika di tanya asal saya, saya hanya menjawab Indonesia.. hehehe.
Ternyata tamu dari Lithuania antusias mendengar nama Indonesia, karena dia pernah di tugaskan sebagai duta besar sementara di Jakarta. Mr. Dubes malah cerita banyak tentang Bandung dan Jogja namun sayang belum pernah ke Bali :-)
Karena istri dan anaknya belum pernah ke Indonesia, then he asked me untuk bercerita tentang Indonesia secara keseluruhan... weleeeehhh I should study more biar ga malu2in negeri ku tercinta ini ;-)
Berhubung sang istri former ambassador itu sedang mengadakan pameran lukisan di guest house itu, saya banyak menceritakan tentang Ubud yang terkenal sebagai pusat seniman di Bali.


Dining room guest house, dimana para tamu ber-sosialisasi pada saat breakfast dan dinner

Chef Frederic Thery muda (tengah), pengelola guest house
Di Musca, Oman

- Muscat ibukota dari Oman. Untuk ukuran ibukota negara Muscat terbilang lengang (jika di banding kan dengan Surabaya, apalagi Jakarta). Namun negara yang kaya akan minyak ini sedang mempercantik diri dengan fasilitas public seperti jalan dan taman. Sebelum saya tiba disana yang saya bayangkan adalah kota di gurun pasir yang gersang.
Namun di luar dugaan, kota Muscat modern bagai oasis di gurun. Jalan highway memanjang ke segala penjuru, di setiap round about mata kita di manjakan taman bunga warna warni, tidak ada kesan gurun samasekali. Pemerintah memanfaatkan hasil dari minyak untuk membangun besar-besaran kota Muscat agar berubah menjadi Oasis di tengah gurun.
Pembangunan massive ini mendatangkan banyak tenaga kerja dari luar. Dari sekitar 3 juta penduduk Oman, 800 ribu nya adalah pendatang dari berbagai negara seperti India, Pakistan, Bangladesh dan Philipina.
Shangri-La Barr Al-Jissah gate at distance
High way menuju luar kota Muscat, gurun dan gunung batu

- Yang sangat susah di jumpai di Muscat adalah public transport. Hampir kebanyakan penduduk memiliki mobil pribadi. Itupun bukan mobil sembarangan, Porsche, Ferrari, Audi, Lexus bertebaran di jalan raya. Sedangkan mobil "biasa" nya adalah KIA keluaran terbaru. ck...ck...ck...
Taxi di Muscat di miliki perorangan, bukan company. Jadi kalo memerlukan taxi harus keep nomor handphone sang empunya mobil. Taxi hanya ngetem di tempat-tempat tertentu seperti Bandara, Mall dan tempat-tempat wisata. Untuk negara penghasil minyak tarif taxi di Muscat terbilang mahalll, namun masih bisa di nego... ealah kok kayak ojek yah hehehe...
Sedangkan public transport yang lain adalah minivan dengan jam-jam khusus. Minivan nya bersih, seperti mobil wisatawan kalo di Indo. Tapi disana kebanyakan penumpang nya adalah lelaki. Untuk wanita di sediakan ladies coach tersendiri.

Lalu lintas padat saat menjelang malam
- Memiliki suhu ekstrim laiknya negara gurun. Suhu tertinggi terjadi antara Mei - July, yang bisa mencapai 50*C pada siang hari dan drop to 25*C di malam hari nya. Pantesan selama di Muscat saya sering senewen gara-gara cuaca... jadi gampang sakit hehe
 
- Karena suhu yang panas, selama musim panas orang memilih waktu sore menjelang malam untuk keluar rumah. Jalanan sangat lengang di siang hari. Saya kira pasti mobil-mobil yang di import oleh Muscat harus memiliki ban karet khusus yang tahan panas :)
Sunset at Muscat city

-Muscat terletak memanjang di pinggiran gulf of Oman, karena nya memiliki pantai yang indah. Daya tarik yang lain adalah budaya, alam gurun, daerah oasis dan wadi (bendungan / waduk luas, yang hanya terisi air pada musim hujan)
Oman Dive Centre (ODC) beach, when Desert meets Ocean
Lazy day at ODC beach club
Hello, do I look like in the desert country?? hehe...
Bukit di gurun yang kaya akan jenis dan warna bebatuan
Small river banks di tengah gurun batu, dimana ada air disitu ada rumah penduduk dan kebun kurma
Salah satu oasis di tengah gurun batu
to be continued.....
Posting Komentar