7 Sep 2013

Jagal ikan di pasar ikan - Muscat, Oman

Pasar Ikan Seeb-Muscat

Pada saat saya tinggal di Muscat selama hampir 2 bulan, kegiatan rutin weekend adalah belanja :). Suatu Sabtu saya beserta teman saya Eni dan suami nya Ken pergi ke pasar Ikan traditional di pinggir pantai kota Muscat.
Sebelum tiba di pasar itu, Ken memperingat kan kami untuk mawas diri karena di pasar lokal kebanyakan pengunjung dan penjual nya adalah lelaki yang jarang mendapat pengunjung wanita, mungkin ini wajar di negara-negara Arab.
Benar saja, ketika kami tiba sepertinya saya dan Eni adalah the only ladies di seantero pasar itu, otomatis semua mata sepertinya memperhatikan kami, 2 wanita asia dan 1 Englishman berbelanja.

Banyak jenis ikan yang belum pernah saya lihat di jual di pasar ini, saya juga melihat sirip ikan hiu masih di perdagangkan (sedih memang). Setelah mendapatkan ikan (belanja dengan bahasa isyarat, karena sang penjual tidak bisa English and none of us speak arabic), kami menuju ke tempat pemotongan ikan yang ternyata ada jasa khusus untuk memotong dan membersihkan ikan di pasar itu.

Kami antre di satu lapak jasa pemotongan ikan dan tetap hanya kami ladies disitu. At the next moment salah satu dari pemotong ikan itu sepertinya memperhatikan saya dan Eni.
Karena kebiasaan ramah ala Asia, otomatis saya tersenyum dan mengucap salam dong... eh bukan nya balas menyapa si jagal ikan malah memotong motong ikan nya dengan gaya bacok ala jagal, sambil senyum2 GJ alias gak jelasss.
Ken yang tahu segera menegur ku "don't do that, atau dia akan menculik mu dan menjadikan mu istri nya" hiiii.... segera senyum ramah dari wajah ku hilang dan aku mundur di balik Ken dan Eni.
Benar saja, setelah membayar jasa potong, si jagal bisik2 ke Ken dan di artikan apakah Ken mau melepas salah satu wanita yang di sangka para tkw untuk di jadiin istri..... hiyaaaaa... nyuwun sewu dan yuk kabuuurr...

Begitu pula pada saat kami mampir ke pasar sembako lokal, isi pasar lelakiiii semua, dan kebanyakan orang India. Pada saat kami melewati satu toko (semacam warung kopi), ada sekitar 10 lelaki India yang memperhatikan kami lewat, bahkan ada yang sampai berdiri sambil perlahan berjalan mendekati kami. Serem banget ih... kami segera bergegas angkat kaki dari pasar itu.
Saya jadi paham kenapa banyak wanita di sana memilih lebih baik diam di rumah. Jika pun keluar para wanita Oman wajib mengenakan National dress semacam abaya / baju kerudung warna hitam dari kepala hingga telapak kaki (abayasare). Coz cowok2 nya engga bisa nahan diri siiih...

To Ken: Thank you Ken, you are the best bodyguard :) and you really concern our safety
Shark's fin (sirip hiu) masih di perdagangkan, so sad
Posting Komentar