14 Nov 2013

Weekender goes to Malang

Mau escape sejenak dari hiruk pikuk kota besar seperti Surabaya?? Malang is the place... seperti hal nya urban Jakarta ber-weekend di Bogor, Malang kota sejuk terdekat dari Surabaya yang di jadikan para weekender melepas penat, termasuk saya ;-)

Ketika saya tinggal di Surabaya, saya sering bepergian ke Malang in a day trip atau menginap. Walau hanya jalan-jalan di pasar minggu pagi, lapangan rampal, alun-alun Malang, sudah cukup re-charge my battery to facing the busy week ahead.
Saya dan my best friend Nia paling sering keluyuran ke Malang, baik itu dengan kendaraan sendiri or by public transport. Akses dari Surabaya ke Malang mudah banget, banyak public transport seperti kereta api atau bis patas tersedia, dan di Malangnya sendiri banyak angkot yang beroperasi.
Apa sih yang bisa di kunjungi di kota Malang during weekend... well I'm glad to share our simple trip yang kami lakukan bila ke Malang

SABTU
Berangkat pagi dari Surabaya menuju Malang, untuk menghindari macet kalo bisa sih berangkat sepagi mungkin. Sebelum masuk ke kota Malang mampir dulu di perkebunan teh Wonosari di daerah Lawang untuk rehat sejenak. Seperti yang saya lakukan bersama Nia, setelah berkendara di highway selama 1,5 jam kami mampir dan menikmati pagi hari di perkebunan teh ini dengan minum kopi susu dan jagung bakar.

Kebun teh Wonosari, Lawang












Dari Lawang menuju Malang hanya di tempuh sekitar 15 menit saja, kami tiba di kota Malang menjelang siang. Untuk lunch kita kuliner di rumah makan yang terkenal di Malang karena telah berdiri sejak 1930 (apa ga capek ya berdiri teros hehe) yaitu "Toko Oen". Tempat ini salah satu gedung peninggalan kolonial Belanda yang di bangun di tahun 1930, dari dulu hingga sekarang tempat ini masih di jaga keaslian nya sebagai salah satu heritage ikon kota Malang dan sebagai rumah makan yang terkenal akan home made ice cream nya.

Suasana jaman kolonial dan something Hollanda menyambut kita begitu memasuki area toko ini, seperti furniture kuno, lukisan tua dan beberapa informasi masih dalam bahasa Belanda. Toko ini sering di kunjungi turis mancanegara, terutama dari Belanda yang sedang berwisata di Bromo dan mampir ke kota Malang.

Welkom in Malang, Toko Oen dengan interior kuno



Snacks jaman kuno juga masih di produksi Toko Oen, seperti ting-ting jahe dan biskuit Belanda speeculos
Setelah icip-icip ice cream dan makan siang di Toko Oen, kami berjalan menuju alun-alun kota Malang dan berbelok ke arah pasar Burung untuk melihat-lihat aneka satwa yang di jual disana, suka sih melihat hewan peliharaan yang lucu namun sedih juga melihat mereka di dalam kandang dan di perdagangkan, fitrah mereka itu kan hidup di alam bebas, bukan terkekang, bayangkan jika kita di kekang seperti itu.
Melewati pasar Burung kita bisa langsung menuju area Balai Kota Malang, di bundaran Tugu kota Malang. Di bundaran ini berasa Malang banget, karena di kelilingi pepohonan tua yang besar dan rindang menyejukkan.

Bunderan Tugu dan hotel Tugu
Di salah satu sudut bundaran ini terdapat hotel Tugu Malang, Butik hotel yang terkenal akan desain interior nya. Hotel ini juga terbuka bagi pengunjung yang ingin showing room atau sekedar minum di bar atau lobby hotel Tugu. Di dalam nya terdapat butik dan museum benda-benda antik milik pribadi. Hotel ini cocok buat penyuka benda antik dan old design, inside the hotel is all about antiques, benda-benda kuno yang bagi saya agak spooky gimana gitu, feels that ada unsur magis yang nempel... hehe...

Suatu  ketika saya dan teman dari Belanda kemalaman di kota Malang, pada saat itu weekend dan hampir semua hotel full, kami di hadapkan pilihan akan 2 hotel yang tersisa, yaitu hotel Tugu dan Santika, well saya lebih memilih hotel Santika hehehe bukan karena apa, tp saya engga nyaman kalo tidur dalam suasana antiques hehe...
Jalan Ijen Malang
Sisa hari pertama kita habis kan dengan berjalan jalan di kawasan jalan ijen yang terkenal di kota Malang. Kawasan perumahan kuno yang antik dan besar-besar, namun sekarang telah banyak yang di pugar menjadi rumah-rumah elite dengan garasi besar yang cukup untuk 2 mobil gede ;-) Masih di sekitar kawasan ini terdapat museum Brawijaya dan Perpustakaan Umum kota Malang.
Museum Brawijaya

Ketika malam hampir tiba, kita segera mencari penginapan sebelum melanjutkan jalan-jalan malam di kota Malang. Di kota Malang banyak di temui penginapan dari kelas losmen, guesthouse hingga hotel berbintang. Walopun begitu tiap weekend hotel-hotel selalu penuh dengan tamu dari luar kota. Kami sempat berputar putar dari satu hotel ke hotel lain, mencari cari penginapan yang available. Akomodasi di kota Malang bisa di cari di seputar bundaran hotel Tugu, Lapangan Rampal, Jalan Ijen dan Matos. Anyway penginapan bisa di temukan di seluruh penjuru kota Malang cuman ya kalo weekend kebanyakan full.


Hotel Santika Malang

Apa sih yang bisa kita lakukan di kota Malang pada saat malam, banyak dooong seperti pergi ke BNS (Batu Night Spectacular) semacam taman hiburan Malam yang terletak di kota Batu, sekitar 30 menit dari Malang. Namun itu bukan gaya jalan-jalan kami hehe... kami lebih suka kuliner malam di kota dingin ini. Seperti menyeruput STMJ, icip-icip roti bakar di daerah jalan Pulosari. Di tempat ini banyak warung lesehan berderet sebagai tempat nongkrong ABG, anak kostan, pelajar, tua muda pada ngumpul disini. Selain jagung bakar, menu makanan nongkrong yang lain juga ada seperti tape bakar, kacang rebus, susu segar, wedang jahe, pokoknya top abis dengan harga mahasiswa...

MINGGU

Setelah Sabtu yang panjang, dengan susah payah kami bangun pagi di hari Minggu karena ingin mengunjungi pasar pagi di area stadion Gajayana Malang. Bagusnya di Malang, kota ini creative mengembangkan pariwisata nya, seperti pasar pagi wisata belanja ini yang diadakan pada hari Minggu saja dimana para weekender memenuhi kota Malang. 

Pasar Wisata Tugu, di Minggu pagi


Aneka jajanan di pasar pagi

Penjual es lilin
Street singer ikut meriahin minggu pagi


Jajanan lawas: enting gula kacang dan gula kelapa
Stadion Gajayana

Selain itu setahun sekali Malang juga mengadakan event Malang Tempo Dulu atau Malang Kembali, event yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya tempo dulu. Event ini selalu di sambut meriah oleh penduduk kota Malang dan wisatawan, keunikan di events ini semua hal yang berbau jaman dulu bisa di temukan disini. Dari benda-benda antik, kesenian khas hingga makanan tempo dulu di sajikan dalam bentuk pasar rakyat. Perayaan Malang Tempo dulu ini di gelar di sepanjang Jalan Ijen Malang selama beberapa hari, sebagai agenda tetap Dinas Pariwisata kota Malang.

Di Malang Tempo Dulu, partisipan kudu berpakaian tempo doeloe pula
Yuk mari mbak Nia ikut ngameeen
 


Begitu selesai menelusuri pasar pagi dan sarapan di tempat ini, kami kembali ke hotel untuk berkemas dan check out. Perjalanan kami lanjutkan menuju keluar kota Malang yaitu Air Terjun Coban Rondo yang berjarak 24 km dari kota Malang. Air terjun yang berketinggian 84 meter ini terletak di Kecamatan Pujon, sebelah barat kota Batu. Sebelum mencapai air terjun, kita melewati hutan dengan pepohonan rindang yang berlumut karena hawa dingin pegunungan.

Air terjun Coban Rondo


Akhirnya weekend telah berakhir... kami driving back to Surabaya dengan full charged battery and ready to face the busy week ahead...!
The weekender
Posting Komentar