31 Okt 2013

Bus Mogok? enjoy aja!

Pernah kan lihat bus mogok di jalan, penumpang nya pada terlantar gelisah di luar bus... mungkin dalam hati ketika kita melihat nya merasa kasihan, dan berharap kejadian yang sama engga menimpa kita. Apa daya nasib lagi apes, pada akhirnya saya mengalami nya juga. Bus yang saya tumpangi dari Jakarta tujuan  Bojonegoro mogok di jalan
Setelah hari-hari traveling yang panjang dan menyenangkan, lha kok ending nya keleleran di daerah antah berantah karena bus mogok
Tapi saya keep positif thinking dan mencoba tidak mengeluhkan keadaan yang di luar dugaan ini, toh dengan menggerutu tidak akan merubah keadaan. So when life gives you lemons, make lemonade! jadi enjoy ajaaah...

Bus malam yang saya tumpangi bersama kakak saya dari Jakarta berangkat jam 6 sore, perjalanan lancar hingga pagi keesokan hari nya kita sampai di Rembang, kota di Jawa Tengah. Bus tiba-tiba mulai batuk-batuk ketika melaju keluar kota Rembang menuju arah Blora. Mesin memanas dan tidak bisa di gas lagi, dan kemudian berhenti total... deg, saya langsung bilang "oh no".... penumpang yang lain pun menggerutu gelisah.
Dari luar sih oke, tapi siapa sangka the service was so bad
Dari 11 penumpang yang tersisa, hanya ada 3 penumpang wanita; saya, kakak saya dan seorang nenek. Saat mogok putaran pertama, sang sopir menunggu sebentar kemudian mesin bisa menyala kembali, saya bernafas lega dan melanjutkan tidur. Namun engga lama kemudian, setelah berjalan sekitar 2 km mesin mati dan mogok lagi, hingga terulang ke tiga kali nya. Para penumpang yang lapar menjadi makin gelisah, mereka meminta berhenti di depan warung untuk sarapan. Beruntunglah di saat mogok putaran ke 4 kita berhenti di dekat pasar desa Sulang, di luar kota Rembang.

Mogok  yang ke 4 kali
 

Para penumpang cowok dengan segera keluar dari bus dan mencari sarapan dan kopi pagi. Saya yang sedang tidak ingin makan ikut turun dan bersama kakak saya jalan-jalan pagi ke pasar desa ;-)

Memasuki pasar kecil, kami seperti wisatawan asing yang di sambut dengan pandangan tanda tanya hehehe... mungkin karena saya membawa kamera dan jeprat-jepret ala jurnalis :-)
Di pasar kakak saya membeli getuk singkong dan tempe goreng untuk camilan instead of breakfast.

Pasar desa Sulang, gambaran pasar rakyat kecil terlihat dari barang yang di perjual belikan...


Setelah beberapa saat, bus bisa di nyalakan kembali. Saya dan kakak saya ngemil di atas bus sambil bersenda gurau, berandai-andai kalau kita serasa rekreasi, mana mungkin bisa mampir ke pasar dan membeli getuk kalo engga naik bus yang mogok... hehehe... we try to keep the positif spirit!

We still fine when mogok yang ke 5 terjadi, kami berada di pinggir hutan jati dan persawahan yang cukup oke buat di foto. Saya mulai menanyakan solusi apa yang sedang di lakukan crew bus nya, yang sepertinya sibuk menelepon tapi engga ada kejelasan kepada penumpang. Mereka sedang mencari travel untuk melanjutkan perjalanan menuju Bojonegoro. Crew bus meminta kami naik kembali ke dalam bus dan melanjutkan perjalanan seperti sebelum nya, naik dan turun lagi setelah 2 atau 3 km. Benar-benar serasa dalam bus rekreasi dari satu tempat ke tempat lain.

Di pinggir hutan jati, desa Bulu kabupaten Rembang

Ladang kering dan petani membajak sawah

Di saat mogok ke-6 (capee deeeh) kami masih berada di daerah Rembang, di pedesaan dengan hutan jati dan lereng-lereng bukit kapur yang landai.
Saya turun dan bersama kakak saya mulai jalan-jalan lagi di sekitar desa. Malah sempat mampir di warung rujak dan icip-icip rujak buah ala desa seharga Rp. 2000 perak!! wkwkwkwk heran, masih bisa ya Rp. 2000 dapat rujak. Setelah makan rujak kami kembali ke bus, menunggu beberapa saat sebelum travel carteran datang menjemput.
Pedesaan kering di antara bukit hutan jati
The bus and the lost passenger ;-)
Anak-anak desa Bulu sepulang sekolah
Ibu penjual rujak yang baik hati ;-)
 Finally, mobil Elf kapasitas 16 orang datang. Kami ber-sebelas berdesak-desakan bersama barang-barang bawaan yang lumayan banyak.... walah, gerutu orang-orang pada engga berhenti. Saya dan kakak saya duduk berdesakan di depan samping sopir. Akhirnya perjalanan lanjut kembali setelah 3 jam terlantar dari desa ke desa... dan masih 2,5 jam perjalanan menuju Bojonegoro yang melelahkan. Yang seharusnya kami sampai di Bojonegoro jam 8 pagi, karena mogok jadinya molor deh hingga jam 2 siang baru sampai.

However, the journey is about to enjoy... and the experience is something to remember and share ;-)

Posting Komentar