10 Jul 2010

Surabaya - JogJaaaa...


Saya suka banget traveling, khususnya traveling untuk liburan bukan karena kerjaan. Seminggu yang lalu saya dan keluarga besar sepakat berlibur bersama di Yogyakarta. Di hari yang telah di tentukan, keluarga kakak2 dari Jakarta, Bali, Bojonegoro dan Sumbawa semua telah berkumpul di Jogja. Hanya saya saja yang datang paling akhir karena masih masuk kantor.

Begitu pulang dari kantor saya langsung menuju terminal Purabaya, terminal terbesar di Jawa Timur. Di antar keponakan saya Adinda, kita berdua menuju terminal dengan motor. Setelah menitipkan motor saya meminta Adinda untuk menemani masuk ke dalam terminal, seperti dugaan saya, terminal penuh sesak dengan penumpang yang ingin berlibur juga, maklum minggu2 itu minggu liburan sekolah. Kami berjalan terburu buru menuju peron dan langsung ke Jalur bus patas Jogja.
Ternyata sudah banyak pula penumpang lain yang menunggu, rupanya tidak ada bus malam itu. Setelah hampir 1 jam menunggu, datang satu bus patas yang sudah full, kami pikir bus itu baru datang dan akan menurunkan penumpangnya... eh ternyata penumpang itu juga baru akan berangkat, mereka sudah keroyokan tempat duduk terlebih dulu di garasi bus patas itu. Aduh, hampir putus asa, para penumpang terlantar dan mulai resah, sedangkan pihak terminal tidak ada tindakan pasti seperti mengeluarkan bis cadangan.
Para penumpang yang tidak sabar memilih menaiki bus biasa, begitu juga Adinda yang sudah tidak sabar ingin cepet pulang karena udara gerah terminal dan malam makin larut, berulang ulang dia menganjurkan supaya saya menaiki bus biasa saja, atau paling tidak bus AC dengan tarip biasa :)
Jelas Ogah lah, Surabaya-Jogja 8 jam perjalanan, bisa jadi empal gepuk jika pergi dengan bis biasa.

Hampir di batas kesabaran saya, saya berjalan mengelilingi terminal Purabaya yang seluas stadion itu mencari garasi bus patas ke Jogja... Alhamdulillah ada bus patas yang baru saja menurunkan penumpang nya dan masuk ke garasi terminal sebelum masuk ke jalur terminal, saya bersama beberapa penumpang laki-laki lari mengejar bus yang berjalan melambat itu, seketika saya melompat masuk dan lupa sama Adinda haha...
Setelah berebut dan mendapatkan tempat duduk saya baru melongok di Jendela mencari keponakan saya. Ternyata dia hanya bisa mengantar dari jauh dan setelah melihat saya dapat tempat duduk dia berjalan pulang.

Pfffhhh cukup melelahkan, ternyata penderitaan untuk mendapatkan liburan yang menyenangkan bersama keluarga tidak berhenti begitu saja, selama perjalanan bus patas itu ngebut kayak setan, yang tadinya ngantuk berat akhirnya tidak bisa tidur nyenyak. Bukan itu saja, di daerah Ngawi terjadi macet hingga satu jam, walaupun itu tengah malam. Liburan oh liburan...

Saya tiba di Jogja jam 4 pagi, dan bersyukur bisa berlibur bersama keluarga. Selama 3 hari kami cukup bersenang senang.

TIPS & Footnote:
- Siapkan Mental jika berlibur di musim liburan Sekolah. Di pastikan padat manusia di mana2 dan macet
- Jika ingin perjalanan nyaman siapkan jauh2 hari: tiket travel, kereta api, bus, pesawat. Kecuali seperti saya, yang tidak pasti jam berangkat nya, jadi langsung meluncur ke terminal.
- Harga tiket bus patas (AC) Surabaya - Jogja Rp. 63.000/kursi + 1x makan malam
- Harga tiket bus biasa Surabaya - Jogja Rp. 45.000/kursi + makan angin sepuasnya
- Harga tiket kereta api Surabaya - Jogja kelas Executive Rp. 85.000, Bisnis Rp. 60.000 (musim normal) Jika musim liburan ada penambahan charge sekitar Rp. 25.000
- Jika ke Jogja, dan penyuka bebek goreng, mampir lah di warung lesehan (emperan toko) di dekat hotel Melia Jogja, Bebeknya luar biasa empuk dan keremes nya enak, tapi sambelnya biasa saja
- Jika doyan fresh STMJ atau susu sapi segar, di ring road utara sebelum JIH (Jogja International Hospital) ada warung Susu Segar "Papiti" di badan jalan sebelah utara. Segar luar biasa dan tersedia berbagai macam rasa tambahan.
Posting Komentar