19 Jul 2010

On the Bus

Entah darimana datangnya, tiba2 lelaki paruh baya itu sudah duduk tepat di depan ku. Aku baru menyadari nya ketika aroma parfum murahan yg terhembus ke arahku karena angin dari jendela kaca bis antar kota itu. Uggghhhh aku mual. Seketika ku tolehkan muka ku ke depan, lelaki paruh baya itu sudah duduk di bangku depan ku. Aku rasa aroma yg menusuk hidung itu berasal dari minyak rambutnya, saking banyaknya, mungkin lalat bisa mati tenggelam jika hinggap di rambutnya. Itu adalah hal pertama yg mencuri perhatian ku pada lelaki aneh itu.

Setelah beberapa saat, naiklah sekelompok gadis ABG, dan duduk sederet dengan bangku lelaki itu dan ada beberapa juga yang duduk di dekat bangku yang aku tempati. Awalnya aku sebal aja, ngeliat mata lelaki itu jelalatan menatap para gadis2 itu... bahkan dengan PD nya dia berputar untuk melihat aku yang tepat di belakangnya, huuuuuhhh sebal, mukanya mesum! terang aja aku langsung bersungut dan melotot. Untung dia tahu diri dan kembali duduk, tapi kepalanya dan lirikan matanya masih mencoba mencari cari aku, huuuhhhh segera aku menghindari tatapan nya dan merapatkan kepalaku ke jendela. Aku menutup muka ku dengan jaket ku.

Tanpa aku duga lelaki aneh itu tiba2 memotret gadis2 yang duduk di bangku seberang dengan hp nya, itu di lakukan diam2. Tidak hanya sekali tapi 2 ampe 4 kali, duuuhhh hampir aja aku rebut hp nya dan teriakin dia adalah penculik.... sempat berpikiran ni orang adalah anggota sindikat penculik gadis2 ABG, foto yang dia ambil secara diam2 itu kemudian di kirim ke temannya yang sudah menunggu di suatu tempat, misal di terminal, untuk menculik gadis yang ada di foto. Sesaat keinginan ku untuk meneriaki nya terhenti karena aku sedang travelling sendirian, di malam hari pula, kalo aku di culik juga gimana dong.... akhirnya aku diam dan mencoba acuh, aku besarkan volume ipod ku dan menatap keluar jendela. Dan berdoa semoga lelaki aneh ini tidak turun di tempat yg sama dengan ku.

Lelaki ini menempati 2 bangku kosong, sehingga dia bisa leluasa memutar tubuh dan kepalanya untuk melihat gadis2 ABG itu, selalu. Sebal banget, dalam hati aku berdoa moga2 aja ada yg duduk di sebelahnya sehingga dia tidak berulah. Syukurlah ga lama kemudian ada laki2 muda yg bertubuh besar, dan duduk tepat di sebelah lelaki iseng itu, haha rasain lu... jadi terjepit, bahkan bersandar pun dia tak bisa. Karena laki2muda itu langsung tertidur dan kepalanya lunglai ke sandaran kursi sang lelaki iseng itu. haha, lagi2 rasain lu sekarang semakin tak berkutik. Aku bisa duduk tenang sekarang.

Syukurlah ternyata lelaki iseng itu turun lebih dulu di kota G, notabene kota yang dikenal sebagai sebuah kota ber"iman"... Yang membuat aku makin heran, sebelum turun dia mengeluarkan peci berwarna "pink" dari saku nya dan menggunakan nya... OMG, sungguh memalukan.... yang ini membuat aku terenyuh, sungguh ironis dengan kelakuan menyimpang nya itu.
Posting Komentar